Survey

Survey

Maksud pekerjaan Delineasi Encroachment Area adalah: melakukan pemetaan areal pemanfaatan/perambahan hutan oleh Masyarakat yang berada di Sub DAS Mamasa.
Tujuannya adalah sebagai berikut: a) Mengetahui luas areal hutan yang telah dilakukan perambahan oleh Masyarakat untuk kegiatan pertanian/perkebunan, dan kegiatan pemanfaatan hutan lainnya; b) Menyusun peta areal perambahan hutan oleh Masyarakat Skala minimum Skala 1:5.000 dengan batas-batas wilayah pemanfaatan yang jelas.

Delienation Encroachment Area

Periode September – November 2023

  • Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Saddang Jeneberang (BPDAS–JS), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sulawesi Selatan. Melalui Forest Programme IV Sulawesi

Maksud pekerjaan Fasilitasi Penyiapan Usulan Perhutanan Sosial, Fasilitasi Usulan Perhutanan Sosial, dan Fasilitasi Pengusulan & Perijinan Perhutanan Sosial (KPH dan Kelompok Tani) adalah: mendampingi dan memfasilitasi KPH dan Kelompok Tani dalam mengusulkan kegiatan Perhutanan Sosial sesuai dengan kondisi lahan dan kearifan lokal. Tujuannya adalah agar Masyarakat mendapatkan akses legal dalam mengelola kawasan hutan melalui pemberian Persetujuan Perhutanan Sosial.

Fasilitasi Penyiapan Usulan Perhutanan Sosial, Fasilitasi Usulan Perhutanan Sosial, dan Fasilitasi Pengajuan & Perizinan Perhutanan Sosial (KPH dan Kelompok Tani)

Periode November – December 2023

  • Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Karama, KLHK, Sulawesi Barat. Melalui Forest Programme IV Sulawesi

Tujuan pekerjaan Penataan Kelembagaan Perhutanan Sosial dan Resolusi Konflik adalah adanya penataan kelembagaan dan menyusun strategi optimaliasi pemanfaatan perhutanan sosial dari aspek ekologi dan kesejahteraan

Penataan Kelembagaan Perhutanan Sosial & Resolusi Konflik

Periode November – Desember 2024

  • RainForest Alliance (RA)

This study was conducted to implement the Rainforest Alliance’s Impact Framework in North Luwu District, South Sulawesi, Indonesia, with a focus on field data collection, geospatial analysis, and land use and land cover change (LULC) assessment. The work followed the Rainforest Alliance’s Monitoring & Evaluation (M&E) Protocol, combining structured cocoa farmer surveys, GPS-based ground-truthing, and satellite image analysis to establish a reliable baseline for landscape-level monitoring and sustainable cocoa production assessment.

Execution of the Rainforest Alliance’s Impact Framework data collection in North Luwu, Indonesia

Period August – October 2025

  • RainForest Alliance (RA)

The baseline survey aimed to collect both quantitative and qualitative data to establish the initial status of the project’s outcome and impact indicators, as outlined in the project log frame. The survey focused on gathering accurate, gender-sensitive, and landscape-relevant data at the household and community levels across Luwu Utara, Indonesia.

Baseline Survey: LandscapeDriven Resilience and Income Strategies for Community Empowerment (LANDRISE)